Komedi

Review Film Bioskop Indonesia Milly dan Mamet – Kocak Banget

Bilik Review – Pengalaman pertama itu memang berkesan. Termasuk pengalaman nonton film Milly dan Mamet karya sutradara seorang Ernest Prakasa di bioskop beberapa waktu lalu.

Kenapa begitu?

Karena koh Ernest benar-benar cermat dalam mengemas Film yang merupakan spin off  dari Film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini.

Film Milly dan Mamet memiliki nuansa yang berbeda dari film AADC 2. (Yaiya doong yaa.. Genrenya saja berbeda.. Judulnya juga Milly dan Mamet bukan Cinta dan Rangga, jadi jelas beda..)

Selain itu, film ini kocaknya pakai banget. Pasti kalian pikir saya lebay. Ah masa sih filmnya kocak banget? Kocaknya kayak gimana sih?

Simak terus saja yuuuk review versi bilik review biar nggak penasaran.

SPOILER ALERT!! Kalau mau lanjut harus terima resiko tersebut. Because after this, akan banyak spoilernya.

Plot/Sinopsis Film Bioskop Indonesia Milly dan Mamet

review film bioskop indonesia milly dan mamet yang disutradarai ernest prakasa versi bilik review
Milly dan Mamet via imdb.com

Mamet dan Milly, sepasang kekasih yang berawal dari persahabatan berakhir ke pelaminan. Kini Milly dan Mamet disibukkan dengan mengurus bayi mereka.

Selain itu, Mamet juga memiliki kesibukan lain, yaitu bekerja di pabrik milik Bapaknya Milly. Namun, Mamet mulai merasa lelah setelah cukup lama berkerja di sana.

Konflik batin pun melanda diri Mamet, karena di saat yang bersamaan muncul sosok Alexandra (teman dekat Mamet waktu kuliah dulu). Dengan antusias, Alex bercerita kepada Mamet bahwa dia sudah mendapatkan investor.

Investor tersebut mau membiayai restoran yang mereka impikan dulu. Alex pun mengajak Mamet untuk bekerjasama dengan menjadi chef di restorannya.

Dengan dukungan dari Milly, Mamet pun berhenti bekerja dari konveksi dan membuka restoran bersama Alexandra (Kawan Mamet).

Apakah Mamet dan Milly mengambil keputusan yang tepat? Lalu bagaimana hubungan Mamet dan Papa Milly? Akankah hubungan mereka memburuk?

Pemain dan Crew film Milly dan Mamet

Pada film Milly dan Mamet, peran utama Mamet diperankan oleh Slamet Dennis Adhiswara dan Sissy Priscillia sebagai Milly.

Selain itu, ada Roy Marten sebagai Sony, Isyana Sarasvati sebagai Rika, dan Somad sebagai Bintang Emon. Eh wait… kebalik.. Maksudnya Bintang Emon sebagai Somad. hihihi

Lalu jangan lupakan juga jasa Ernest Prakasa sebagai sutradara dan aktor film Indonesia terbaru Milly dan Mamet.

Review Film Bioskop Indonesia Milly dan Mamet

Alur Cerita Film Milly dan Mamet

Seperti yang sudah saya sampaikan, Milly dan Mamet merupakan spin off dari film AADC 2. Jadi jangan kaget dan heran kalau kalian melihat kehadiran Cinta and the Geng.

Film yang diawali dengan flash back ketika mereka Reuni SMA ini, jokesnya renyah dan bikin auto ngakak. Alur cerita juga tidak dibuat loncat-loncat. Sehingga, haluus banget dan ringan (mudah dipahami).

Ini membuktikan bahwa Ernest Prakasa memang cukup brillian dan jenaka mengenai alur penulisan cerita.

Jadi penasaran buat nonton film lain yang juga disutradai oleh Ernest Prakasa yaitu Cek Toko Sebelah. Pecahnya sama nggak ya?

Pengambilan Gambar

Untuk pengambilan gambar menurut bilik review sih tidak ada masalah. Masih aman dan nyaman untuk ditonton. Detail-detail dan continuity pada set, aktor serta pengambilan gambar dijaga dengan baik..

Masa sih?

Buat kamu yang masih bingung, bilik review akan memberikan salah satu contoh.

Ketika kamu nonton film Milly dan Mamet, coba perhatikan tulisan pada topinya Yongki. Tulisan pada topinya itu memang nyambung dengan kondisi pada scene tersebut. Bukannya asal-asalan. Jadi, detail sekecil apapun betul-betul di setting dengan rapih.

Akting

Milly dan Mamet

Mamet yang diperankan oleh Dennis Adhiswara, dapeet banget culunnya. Perbedaan Mamet di masa SMA dan ketika berumah tangga juga cukup terasa. Mamet ketika berumah tangga lebih gagah (sedikit) ketimbang di saat SMA.

Untuk peran Milly, saya rasa Sissy Priscillia agak kurang menjiwai sisi telminya Milly. Hmm, apa mungkin memang ada unsur kesengajaan yaa untuk mengurangi sisi telminya Milly?

Isyana Sarasvati sebagai Rika

Nggak ada obaaaat!

Isyana Sarasvati yang berperan sebagai Rika banyak menuai pujian. Karena memang lucunya nggak ada obat..

Di setiap kemunculan Isyana, tawa penonton meledak-ledak.

Lucu banget deh pokoknya

Iin (Aci Resti) dan Somad (Bintang Emon)

Nah, dua karakter ini ibarat mangga asem dan sambel rujak. Kalau nggak digabungin agak kurang nendang. Pas banget deh kombinasi mereka berdua.

Lucu nggak sih mereka?

Kalau nggak lucu yaa mereka bakal kehilangan job kali yaa.. Kan memang job utamanya mereka di bidang komedi. Tapi memang di film ini mereka berakting dengan sungguh-sungguh. Karena menjadi komedian itu tidaklah mudah.

Yongki (Ernest Prakasa)

Sebenarnya saya bingung sama ini orang. Sudah jadi sutradara, terus masuk frame lagi. Narsis banget yaah..

Namun peran dari Yongki (Ernest Prakasa) juga turut mewarnai film Milly dan Mamet. Karakternya Yongki yang tionghoa itu dapet banget. Apalagi ditambah dengan tulisan yang terdapat pada topi Yongki. Aneh-aneh banget dan bikin ngakak.

Selain itu, mungkin kamu tidak menyadari ini. Fungsi utama adanya Yongki adalah untuk menghemat budget promo video di bioskop. Mengingat Yongki nongol terus di iklan Milly dan Mamet. :p

Akting terbaik versi bilikreview.com

Tiba juga di sesi akting terbaik versi bilikreview.com. Diantara Dennis Adhiswara, Sissy Priscillia, Aci Resti, Ernest Prakasa, Isyana Sarasvati, Bintang Emon, dan pemain lainnya, siapa yaa yang terbaik?

Jujuuur.. Akting mereka itu bagus.

Saya tuh betul-betul bingung mau pilih siapa.

Sampai akhirnya saya menjatuhkan pilihan sayaa kepadaaa…

review film bioskop indonesia milly dan mamet
Roy Marten Via KapanLagi.com

Selamat kepada om Roy Marten.

Kalau bukan karena beliau, Somad tidak akan menderita karena keselek.

Saya tidak menjabarkan adegannya Somad secara detail karena absurd banget. Sampai susah dijelaskan dengan kata-kata.

Sekali lagi selamat yaa om Roy. (Roy Marten bukan Roy Kiyoshi yaa guys)

Banyak pesan yang tersirat dalam Film Layar Lebar Indonesia Milly dan Mamet

Setelah menonton iklannya berkali-kali yang kocak abis (setiap saya nonton bioskop pasti muncul itu iklan), akhirnya saya pun menonton film bioskop Indonesia ini tanggal 2 January 2019 (Sekalian buat mengisi hari terakhir liburan, hihihi).

Alhasil, saya dibuat tertawa terooos. Ngaco memang ini film. Jangan ditonton laah.. Nggak baik buat kesehatan. Nanti kamu ikutan ngaco juga. Hahahahaa

Selain bikin ngakak, ternyata banyak pesan yang tersembunyi pada film layar lebar Indonesia ini. Apa saja yaa pesan-pesannya? Simak terus yuuk.

Sabar adalah sebagian dari Iman

Memang betul sabar adalah sebagian dari iman. Tapi, harus extra sabaar kalau jadi Milly & Mamet. Jadi ibaratnya sabar itu sudah menjadi sarapan sehari-hari mereka.

Apalagi kalau sudah berhadapan dengan Arafah yang berperan sebagai Sari. Duuh sabarnya itu harus to the max pasti.

Kalau aku yang berhadapan sama Arafah sih, aku nggak mau. Karena sudah panas, terus jauh banget di Arab Saudi. Itu tuuh.. Padang Arafah.. hehehe (dibacanya pakai nada datar Arafah ya guys.. Maap Crunchy alias garing XD)

Buat kalian yang mau ngelatih kesabaran, silahkan tonton cuplikan ini 3x sehari sebelum makan yaa..

Jangan pernah memberi nama anjing pada kucing

Pusing nggak sih kalau ada yang menamakan anjing pada kucing? Jadi bingung kan mau manggil anjing atau kucing. Karena orang akan mengira itu anjing, padahal kucing. Jadi sebenarnya, itu anjing apa kucing sih?

Daripada makin belibet, jadi begini ceritanya..

Ketika Mamet, James, dan Alex sedang berdiskusi, masuklah si semprul Rika (Isyana Sarasvati). Dengan muka serius dia meminta ijin ke James untuk pulang karena si Anjing sedang sakit (Si Anjing itu Kucingnya Isyana). Lalu muncullah perdebatan antara Mamet dan James. Pokoknya rumit deh.

Makanya kalau namain hewan itu yang wajar-wajar saja biar nggak bingung.

Daripada kamu ikut-ikutan bingung, langsung saja simak cuplikannya di bawah ini.

Jangan takut sama setan!

Nah ini juga epic.. Ada yang tahu nggak setan takut dengan apa?

5, 4, 3, 2, 1..

Yaaak waktu habiis.

Jawabannya gunting.

Entah benar atau tidak. Namun, menurut info dari film bioskop indonesia Milly dan Mamet, setan takutnya dengan guntiing. Jadi supaya nggak ada setan berani yang mendekati anakmu, kamu letakkan gunting di dekat kasurnya.

Berikut merupakan cuplikannya..

Overall Review Film Bioskop Indonesia Milly dan Mamet

Film ini entah kenapa yaa.. Kok lucu, kayak film komedi gitu.. (Lah emang film komedi cuy)

Saya nggak mempermasalahkan ini jokes receh atau jokes tingkat dewa.

Karena..

Melucu itu susah guys!

Apalagi untuk membuatnya senatural mungkin. Sekali lagi salut buat koh Ernest Prakasa yang nggak tanggung-tanggung dalam men-direct.

Overall, saya akan kasih 4 dari 5 untuk film ini. Almost perfect.

Kenapa nggak 5?

Karena kesempurnaan hanya milih Allah.

Saran saya hanya satu buat kamu yang ingin nonton Milly dan Mamet. Ketawanya jangan lebar-lebar. Pegel ntar itu rahang.

Selain itu, jangan membawa anak dengan umur dibawah 13 tahun. Karena ada adegan yang bukan untuk dikonsumi mereka.

Buat kamu yang belum tahu arti PG-13 itu apa, bisa lihat penjelasannya di artikel Robin Hood 2018.

Untuk kamu yang sudah menonton film bisokop Indonesia Milly & Mamet, jangan ragu buat ngasih penilaian atau penilaianmu di kotak review di bawah yaa..

Review Film Milly dan Mamet
  • Alur Cerita/Plot
  • Akting
  • Pengambilan Gambar
4

Review Film Bioskop Indonesia Milly dan Mamet - Kocak Banget

Film Milly dan Mamet ini memang kocak banget. Tidak heran jika film yang disutradarai oleh Ernst Prakasa ini sukses menuai pujian. Semuanya almost perfect. Plot cerita dan pengambilan gambar yang bagus, dan akting yang nggak setengah-setengah membuat film ini worthed untuk ditonton.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Reply

Instagram